Rabu, 10 September 2014

INSTRUMEN TES KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PROSA FIKSI

INSTRUMEN  TES KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PROSA FIKSI
PETUNJUK UMUM MENGERJAKAN TES
1.      Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengapresiasi prosa fiksi yang Anda kuasai.
2.      Jumlah butir tes ini ada 32, Anda dianjurkan untuk mengerjakan semua butir soal.
3.      Bacalah semua butir pertanyaan dengan cermat dan teliti!
4.      Tulis jawaban Anda pada lembar jawab yang telah disediakan dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D!
5.      Jika Anda telah selesai mengerjakan, Serahkan lembar soal dan lembar jawab pada pengawas!
6.      Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah diberi skor 0 sehingga skor tertingggi 32.
7.      SELAMAT MENGERJAKAN!

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Pelaksanaan Kurikulu 2013 di SMP banyak sekali menemui kendala dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan kurikulum 2013 hanya sebuah kebijakan yang hanya memperhatikan kepentingan sesaat.  Bagi kalangan pendidik dan akademisi kebijakan kurikulum 2013 sarat dengan banyak kepentingan.  Dalam artikel ini saya mencoba untuk menguraikan temuan dilapangan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah percontohan di Kabupaten Pacitan untuk tahun ajaran 2013/2014. 


Selasa, 09 September 2014

Rian Mei Lestari. Eksistensi Perempuan dalam Novel Facebook on Love Karya Ifa Avianty terhadap Novel Cintapuccino Karya Icha Rahmanti dalam Kajian Feminis. Skripsi. Pacitan. STKIP PGRI PACITAN, 2013.

Rian Mei Lestari. Eksistensi Perempuan dalam Novel Facebook on Love Karya Ifa Avianty terhadap Novel Cintapuccino Karya Icha Rahmanti dalam Kajian Feminis. Skripsi. Pacitan. STKIP PGRI PACITAN, 2013.

Minggu, 07 September 2014

NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM FALSAFAH JAWA ATAU UNEN-UNEN Riwut Wulan Larasati

NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM FALSAFAH JAWA ATAU UNEN-UNEN Riwut Wulan Larasati 1220717060/ DOSEN PEMBIMBING AGOES HENDRIYANTO, M.Pd
 Abstrak 
Falsafah Jawa atau Unen-unen merupakan salah satu wujud kebudayaan masyarakat Jawa. Ia tidak hanya mampu memberikan gambaran tentang jati diri masyarakat Jawa, tentang simbol-simbol sosial yang mereka anut dalam beraktifitas, tapi juga tentang pegangan hidup mereka yang berwujud falsafah-falsafah kebatinan. Salah satunya adalah falsafah yang memberikan makna tentang kehidupan manusia. Sayangnya, faktor keterbatasan pemahaman masyarakat Jawa terhadap Falsafah Jawa atau Unen-unen, menjadikan hasil budaya ini menjadi kurang bermakna. Ia seringkali ditempatkan hanya sebagai pernak-pernik budaya yang tidak memiliki peran signifikan dalam membangun masyarakat utamanya dalam kehidupan sosial masyarakat. Akibatnya, ketika masyarakat Jawa menjalani kehidupan ini sering kali salah arah dan tidak memiliki pegangan atau pedoman hidup. Masyarakat menganggap bahwa Falsafah Jawa atau Unen-unen, hanya untaian kata-kata yang tidak mengandung makna yang berarti. Padahal jika kita telah banyak sekali nilai-nilai yang terkandung dalam Falsafah tersebut. Jika masyarakat jawa tidak begitu merasakan adanya nilai-nilai tersebut maka banyak diantara mereka menjadi salah arah dan akhirnya tersesat dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Masyarakat Jawa hendaknya kembali menengok akar budaya mereka salah satunya dengan berusaha mengenal, menghayati dan mengamalkan makna-makna yang terkandung dibalik aksioma Falsafah Jawa atau Unen-unen. niscaya, perilaku mereka akan terjaga.
 Kata Kunci: Falsafah, Jawa. Unen-unen 
 Abstract 
Javanese philosophy or Unen-unen is one manifestation of Javanese culture. He was not only able to provide an overview of the Java community identity, about social symbols which they profess in their activities, but also about their lifeline in the form of mystical philosophies. One is the philosophy that gives the meaning of human life. Unfortunately, the factors of limited public understanding of the philosophy of Java or Java-unen Unen, making this culture results become less meaningful. He often placed just as cultural trinkets that do not have a significant role in building the society particularly in the social life of the community. As a result, when the Java community life is often wrong direction and did not have a handle or a way of life. Society considers that the philosophy of Java or Unen-unen, only the string of words that do not contain significant meaning. In fact, if we examine a lot of the values contained in the philosophy. If the Java community is not so feel the values are so many of them being wrong direction and ended up getting lost in life in this world. Java community should re-look at their cultural roots by trying to penetrate one of the meanings behind the axiom Philosophy Java or Unen-unen. undoubtedly, their behavior will be maintained. Key Word: Philosophy, Java, Unen-unen 

REVITALISASI KARAKTER BANGSA MELALUI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

REVITALISASI KARAKTER BANGSA MELALUI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA EDSY PUJI RAHAYU 1020717055. III/VI/B 
ABSTRACT 
 Now, image of Indonesian national character very bad and far away from value of our culture. Life style of young generation out from our national character that manifestation by four pillar of nationalistic, there is NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, and Pancasila. One of component was distructed is our lovely sense of Indonesian language as national language. The tittle of this papper is “Revitalisasi Karakter Bangsa melalui Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Use the essence of Indonesian language and Indonesian literature as weapon for bringing back lovely sense to national language with good grammatic competence, also bringing back our life culture that full with local wisdom. The method use of the papper is book investigate grounded on fact and reality of now condition about national character, and urgency of character education, also existence of Indonesian language now. Keywords: national character, character education, Education of Indonesian Language and Literature 

ABSTRAK 
 Karakter bangsa Indonesia kini semakin jauh dari nilai kearifan budaya. Gaya hidup para generasi penerus bangsa semakin jauh dari karakter bangsa Indonesia yang dimanifestikan dalam empat pilar kebangsaan, yakni NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Pancasila. Salah satu kelunturan itu ialah semakin rendahnya kecintaan terhadap bahasa nasional. Artikel ini berjudul Revitalisasi Karakter Bangsa melalui Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mengunakan esensi bahasa Indonesia dan sastra Indonesia sebagai senjata untuk mengembalikan kecintaan terhadap bahasa nasional dengan penguasaan tata bahasa yang baik, serta mengembalikan budaya kehidupan bangsa yang penuh kearifan. Penulisan ini menggunakan metode telaah pustaka berdasarkan fakta-fakta yang ditemui di lapangan tentang potret karakter bangsa dan urgensi pendidikan karakter serta eksistensi bahasa Indonesia saat ini. 
 Kata kunci: karakter bangsa, pendidikan karakter, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Rian Mei Lestari. Eksistensi Perempuan dalam Novel Facebook on Love Karya Ifa Avianty terhadap Novel Cintapuccino Karya Icha Rahmanti dalam Kajian Feminis. Skripsi. Pacitan. STKIP PGRI PACITAN, 2013.

ABSTRAK
Rian Mei Lestari. Eksistensi Perempuan dalam Novel Facebook on Love Karya Ifa Avianty terhadap Novel Cintapuccino Karya Icha Rahmanti dalam Kajian Feminis. Skripsi. Pacitan. STKIP PGRI PACITAN, 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) wujud eksistensi tokoh utama perempuan dalam novel Cintapuccino karya Icha Rahmanti, (2) eksistensi tokoh utama perempuan dalam novel Facebook on Love Karya Ifa Avianty, dan (3) intertekstualitas eksistensi tokoh perempuan dalam novel Facebook on Love karya Ifa Avianty terhadap novel Cintapuccino Karya Icha Rahmanti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis eksistensialis. Peneliti mendeskripsikan wujud-wujud eksistensi tokoh utama perempuan dalam kedua novel dan mendeskripsikan hubungan intertekstualnya. Objek dalam penelitian ini adalah novel Facebook on Love karya Ifa Avianty dan novel Cintapuccino karya Icha Rahmanti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian sastra ini menggunakan analisis isi (Content analysis). Hasil analisis data menyimpulkan bahwa (1) eksistensi tokoh utama perempuan dalam novel Facebook on Love Karya Ifa Avianty adalah (a) tokoh berhasil hidup mandiri karena bekerja, (b) tokoh mengembangkan intelektualnya sehingga mendapat pengakuan dari orang-orang sekitar, (c) tokoh mengem-bangkan wawasan melalui pekerjaannya, dan (d) tokoh membuktikan bahwa perempuan berhasil memerankan peran ganda di dua ranah yang berbeda, yaitu di ranah publik dan di ranah publik, (2) wujud eksistensi tokoh utama perempuan dalam novel Cintapuccino karya Icha Rahmanti adalah (a) tokoh diakui haknya karena bekerja, (b) tokoh dapat menyamakan kedudukan dalam pendidikan dengan lawan jenis, (c) tokoh berhasil mengungkapkan ide dan mengembangkan diri melalui pekerjaan, dan (d) tokoh berhasil menjadi subjek, dan (3) intertekstualitas eksistensi tokoh perempuan dalam novel Facebook on Love karya Ifa Avianty terhadap novel Cintapuccino karya Icha Rahmanti diketahui melalui konsep konversi dan ekserp. Konversi terjadi karena novel Facebook on Love karya Ifa Avianty beradaptasi dari novel Cintapuccino karya Icha Rahmanti. Sedangkan ekserp terjadi karena terdapat kesamaan-kesamaan dalam novel novel Facebook on Love karya Ifa Avianty dan novel Cintapuccino karya Icha Rahmanti Kata Kunci: Novel, Eksistensi Perempuan, Feminis Eksistesialis, Intertekstual

Mutiah. Nasionalisme Tokoh Dalam Novel Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer (Kajian Postkolonial Sastra). Skripsi. Pacitan: STKIP PGRI PACITAN, 2013.


Mutiah

ABSTRAK 
 Mutiah.  Nasionalisme Tokoh Dalam Novel Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer (Kajian Postkolonial Sastra). Skripsi. Pacitan: STKIP PGRI PACITAN, 2013. Novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer merupakan sebuah novel yang merefleksikan kehidupan masyarakat Indonesia ketika terjadi pergolakan revolusi pada zaman kolonial.

Rabu, 03 September 2014

TINDAK TUTUR DAN KESANTUNAN BERBAHASA NOVIARISKA/AGOES HENDRIYANTO

TINDAK TUTUR DAN KESANTUNAN BERBAHASA 
NOVIARISKA/AGOES HENDRIYANTO 
Hakikat Bahasa 
Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Bahasa sebagai sarana aktivitas sosial, yaitu berkomunikasi dan berinteraksi diberbagai kehidupan. Pentingnya bahasa dipertegas oleh Nababan (dalam Pamungkas, 2012:19), bahwa berbahasa itu seperti orang bernapas yang tidak pernah dipikirkan. Menurut Nababan, manusia menggunakan bahasa tatkala manusia dalam setiap kondisi. Komunikasi tidak akan terbangun, bahkan rasa sosial masyarakatpun juga sulit dilakukan tanpa adanya bahasa di sekitar manusia. Beberapa hal dapat disampaikan melalui bahasa. Bahasa merupakan alat yang efektif digunakan dalam interaksi. 

KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL AGOES HENDRIYANTO, M.Pd

ARTIKEL KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL 
AGOES HENDRIYANTO, M.Pd 

Kecerdasan Pengertian kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Ada juga yang mengemukan bahwa menurut teori lama, kecerdasan meliputi tiga pengertian, yaitu : (1) kemampuan untuk belajar; (2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh; dan (3) kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Memang, semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut Kecerdasan Intelektual (Inteligent Quotient atau IQ). Namun belakangan ini muncul bahwa faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni Kecerdasan Emosional, yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ). Dimana kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Penggunaan istilah EQ ini tidaklah sepenuhnya tepat dan terkesan sterotype (latah) mengikuti popularitas IQ yang lebih dulu dikenal orang. Penggunaan konsep Quotient dalam EQ belum begitu jelas perumusannya. Berbeda dengan IQ, pengertian Quotient disana sangat jelas menunjuk kepada hasil bagi antara usia mental (mental age) yang dihasilkan melalui pengukuran psikologis yang ketat dengan usia kalender (chronological age). Terlepas dari “kesalahkaprahan” penggunaan istilah tersebut, ada satu hal yang perlu digarisbawahi dari para “penggagas beserta pengikut kelompok kecerdasan emosional”, bahwasanya potensi individu dalam aspek-aspek “non-intelektual” yang berkaitan dengan sikap, motivasi, sosiabilitas, serta aspek – aspek emosional lainnya, merupakan faktor-faktor yang amat penting bagi pencapaian kesuksesan seseorang. Berbeda dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cenderung bersifat permanen, kecakapan emosional (EQ) justru lebih mungkin untuk dipelajari dan dimodifikasi kapan saja dan oleh siapa saja yang berkeinginan untuk meraih sukses atau prestasi hidup. Berangkat dari pandangan bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya. pada saat-saat tertentu, melalui pertimbangan fungsi afektif, kognitif, dan konatifnya manusia akan meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang melebihi apa pun, termasuk dirinya. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam perwujudannya kepada Tuhan Pencipta Alam. Orang yang mempunyai kecerdasan ini mempunyai kecenderungan untuk bisa mengendalikan diri dari sikap yang menimbulkan kerugian bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Selasa, 02 September 2014

SOSIOLOGI SASTRA

SOSIOLOGI SASTRA

 Pengertian Sosiologi 
Sosiologi berasal dari kata sosio (Yunani) yang berarti bersama-sama, bersatu, kawan, dan teman, dan kata logi berarti sabda, perkataan, dan perumpamaan. Pada perkembangan berikutnyaa mengalami perubahan makna yaitu sosio berarti masyarakat dan logi berarti ilmu. Jadi, sosiologi berarti ilmu mengenai asal-usul dan pertumbuhan masyarakat, ilmu pengetahuan yang mempelajari keseluruhan jaringanhubungan antarmanusia dalam masyarakat, sifatnya umum, rasional, dan empiris (Nyoman Kutha Ratna, 2003:1). Sosiologi adalah telaah tentang lembaga dan proses sosial manusia yang objektif dan ilmiah dalam masyarakat. Ssiologi mencoba mencari tahu bagaimana masyarakat dimungkinkan bagaimana is berlangsung, dan bagaiman ia tetap ada. Liana Giorgi (2010:1) menyatakan: “The sociology of literature remains fragmented despite interesting research within specific disciplines such as literature studies or cultural sociology. This fragmentation is, however, nothing new. Methodogically, it has something to do with the disciplinary specialization within the social sciences and humanities since 1950s. Theoretically, it is related to the normative debate about the impact of popular or mass culture on arts in society which has been going on in different contexts since the 16th century. The present article advocates an integrated approach to the sociology of literature, based on the work of Ice Lowenstein and Raymond Williams, and offers the example of literature festivals as interdisciplinary research sites.”