Minggu, 07 September 2014

Mutiah. Nasionalisme Tokoh Dalam Novel Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer (Kajian Postkolonial Sastra). Skripsi. Pacitan: STKIP PGRI PACITAN, 2013.


Mutiah

ABSTRAK 
 Mutiah.  Nasionalisme Tokoh Dalam Novel Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer (Kajian Postkolonial Sastra). Skripsi. Pacitan: STKIP PGRI PACITAN, 2013. Novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer merupakan sebuah novel yang merefleksikan kehidupan masyarakat Indonesia ketika terjadi pergolakan revolusi pada zaman kolonial.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Bentuk dan makna nasionalisme dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer. 2). Relevansi nasionalisme yang terkandung dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer dengan masyarakat saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian postkolonial sastra. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan oleh Lentera Dipantara Jakarta Timur pada Juli 2003 (cetakan kesatu) setebal 178 halaman. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa: 1) Bentuk dan makna nasionalisme dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer antara lain: (a). Bentuk perlawanan internal dan eksternal bentuk internalnya adalah sebagai pejuangrevolusi dengan gendernya seorang wanita dan eksternalnya ketika mengetahui Yogya telah jatuh diapun berbisik pada dirinya sendiri bahwa dia juga telah jatuh dalam memperjuangkan revolusi. (b). Bentuk perjuangan fisik ialah setiap malam bertempur dan hidup diantara pejuang yang masih hidup dan yang sudah mati. (c). sikap nasionalisme adalah dengan mengenakan kebaya dan menyimpan ORI. (d). bentuk pemikiran nasionalisme ialah dengan tidak memikirkan kepentingan dan keselamatan sendiri meski nyawa taruhannya untuk membela bangsa. (e). Bentuk mimikri adalah proses peniruan yang dilakukan dengan sikap arogan,membentak, menghardik, memerintah paksa dengan menodongkan pestolnya. (f). Bentuk marginalitas merupakan politik balas budi untuk melakukan tindakan- tindak hegemonic. (g). Bentuk diskriminasi perempuan merupakan sikap pelecehan terhadap perempuan yang dianggap sebagai objek laki-laki. 2) Relevansi nasionalisme dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer dengan masyarakat saat ini. (a). Gender sebagai seorang perempuan saat ini sudah setara dengan laki-laki. (b). Kehidupan sekarang sudah semakin membaik orang bisa tidur dan beraktifitas dengan nyaman. (c) Masyarakat sekarang hampir tidak ada yang mengenakan kebaya, selain untuk menghadiri pernikahan. (d) Masyarakat sekarang lebih mengutamakan kegotong royongan. (e) Generasi muda sekarang banyak yang melanggar norma-norma pancasila dengan melakukan berbagai aksi kriminal. Kata Kunci: Nasionalisme Tokoh, Postkolonial, Pramoedya Ananta Toer.

1 komentar:

  1. BAGI MAHASISWA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAPAT MENJADI RUJUKAN DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DAN TULISAN ILMIAH LAINNYA, SEMOGA KALIAN DAPAT MENJADI MOTIVATOR, INISIATOR , DAN PELOPOR DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA DI MANAPUN ANDA BERADA

    BalasHapus